Akhir-akhir ini saya banyak mendapati teman saya yang hatinya tuh sedang gundah gulana, sedih gak bersemangat, atau bahasa anak jaman sekarang tuh Galau. Entah itu Galau karena masalah kuliah, cewek, sahabat, atau yg lain.
Sebenarnya penyebab Galau tuh apaan sih? O iya, sebelumnya kalian sudah tahu belum definisi Galau itu apa? Sebenarnya Galau itu memiliki banyak definisi, tapi
lebih tepatnya Galau itu adalah suatu keadaan dimana kita
sedang memikirkan suatu masalah secara berlebihan, bingung apa yang harus kita
lakukan dengan masalah itu, hingga menimbulkan efek
emosi yang labil, pikiran pusing, bahkan mendadak insomnia.
Perasaan Galau kadang datang tiba-tiba, mungkin karena suatu masalah yang menimpa kita juga selalu datang tiba-tiba.
Misalnya, seorang mahasiswa yang Galau karena memikirkan nilai IP nya yang jelek, atau
seorang cewek yang Galau karena tiba-tiba diputus sang pacar tanpa sebab, atau juga seseorang yang lagi berantem sama sahabat karena suatu
kesalahpahaman hingga membuat dia Galau. Banyak sekali contoh-contoh perasaan Galau yang menimpa kita atau
orang-orang sekitar kita.
Sebenarnya perasaan galau muncul disebabkan karena
beberapa faktor, diantaranya:
1. Social media
Sosial media memiliki pengaruh penting yang menyebabkan
seseorang menjadi Galau, entah itu karena facebook, twitter, atau social media lainnya.
Misalnya kamu lagi punya masalah kecil dan gak kamu
pikirin, ketika itu kamu melihat status teman-teman kamu di fb atau twitter yang lagi Galau, padahal masalah mereka tuh
gak seberapa dibanding masalah yang sedang kamu
hadapi, otomatis kamu merasa bahwa masalah kamu sangat
lah besar, hingga kamu semakin memikirkan masalah itu, sampai kamu menjadi galau.
2. Kurang teman
Kamu yang lagi punya banyak masalah, tapi bingung mau cerita atau curhat ke siapa, karena kamu kurang memiliki banyak teman atau gak punya
teman dekat yang bisa diajak curhat. Dari sini lah perasaan
Galau itu mulai muncul karena masalah yang sedang kita hadapi cuman bisa kita pendam dalam hati. Apalagi bila hal itu berlangsung terlampau lama, perasaan Galau itu bisa berubah menjadi musibah, yaitu menyebabkan kita sakit.
3. Jarang Ibadah
Kita hidup didunia ini pastinya meyakini adanya Tuhan. Semua
kehidupan di dunia ini sudah diatur sama yang Diatas, termasuk masalah yang sedang
kita hadapi. Karena nya ketika kita lagi punya masalah, baik
nya jangan cuma bisa
mengeluh, mengeluh dan mengeluh pada orang lain, tapi laporkan masalah kita itu kepada Tuhan. Beribadah dan berdoa memohon petunjuk Nya dan meminta supaya masalah kita itu segera berakhir dan ada jalan keluar yang terbaik bagi
kita dan orang lain. Bila kita jarang ibadah dan sering
melukan Dia, maka perasaan Galau itu akan semakin nyata.
4. Tayangan media
Hampir tiap hari kita
disuguhkan dengan tayangan-tayangan di televisi yang berisi
tentang masalah-masalah kehidupan manusia, entah itu
nyata (berita) atau cuman rekayasa (sinetron). Ambil contoh saja sinetron, yang sering bercerita tentang masalah cinta, rebutan harta,
atau seorang anak yang tertukar. Sehingga karena kita
terlalu sering melihat tayangan-tayangan seperti itu, pada akhirnya mental kita ikut terbawa seperti sinetron yang cengeng, mudah emosi, atau mudah berperasangka buruk
sama orang lain. Efek dari itu semua yang menyebabkan mental kita menjadi lemah ketika suatu masalah menimpa kita, mudah menyerah, dan gampang emosi. Pada akhirnya perasaan Galau itu akan menghinggapi kita.
Sebenarnya masih banyak faktor-faktor lain yang menyebabkan kita menjadi Galau, tapi intinya kita jangan terlalu memikirkan terlalu berlebihan tentang masalah yang sedang kita hadapi, karena itu akan menambah parah rasa
Galau itu
Kamis, 29 Desember 2011
Rabu, 30 November 2011
Selasa, 22 November 2011
JANGAN MEREMEHKAN BAHASA INDONESIA :
Karena kenyataannya memang lebih nyaman dan lebih mudah utk diucapkan...!!!
Coba saja ucapkan kalimat dibawah ini...
Bahasa Indonesia :
"Tiga nenek sihir melihat tiga buah arloji merk Swatch. Nenek sihir mana yang melihat arloji merk Swatch ?"
Bahasa Inggris :
"Three witches watch three Swatch watches.
Which witch watch which Swatch watch ?"
AWASSSSS MUNCRATTT.!! ^__^
Coba saja ucapkan kalimat dibawah ini...
Bahasa Indonesia :
"Tiga nenek sihir melihat tiga buah arloji merk Swatch. Nenek sihir mana yang melihat arloji merk Swatch ?"
Bahasa Inggris :
"Three witches watch three Swatch watches.
Which witch watch which Swatch watch ?"
AWASSSSS MUNCRATTT.!! ^__^
Berikut ini adalah draft jadwal lengkap pertandingan Persib di ISL musim kompetisi 2011/2012:
Putaran I
03 Des 2011 : PERSIB vs Persiram
07 Des 2011 : PERSIB vs Sriwijaya FC
12 Des 2011 : Deltras vs PERSIB
17 Des 2011 : Persidafon vs PERSIB
03 Jan 2012 : PERSIB vs PSMS
07 Jan 2012 : PERSIB vs PSAP
14 Jan 2012 : Mitra Kukar vs PERSIB
17 Jan 2012 : Persisam vs PERSIB
23 Jan 2012 : PERSIB vs PSPS
29 Jan 2012 : PERSIB vs Persija
05 Feb 2012 : Pelita Jaya vs PERSIB
15 Feb 2012 : Persiwa vs PERSIB
20 Feb 2012 : Persipura vs PERSIB
11 Mar 2012 : PERSIB vs Persela
15 Mar 2012 : PERSIB vs Arema
19 Mar 2012 : Gresik United vs PERSIB
24 Mar 2012 : Persiba vs PERSIB
Putaran II
10 Apr 2012 : PERSIB vs Gresik United
14 Apr 2012 : PERSIB vs Persiba
29 Apr 2012 : Persela vs PERSIB
03 Mei 2012 : Arema vs PERSIB
07 Mei 2012 : PERSIB vs Persiwa
11 Mei 2012 : PERSIB vs Persipura
03 Jun 2012 : PERSIB vs Pelita Jaya
10 Jun 2012 : Persija vs PERSIB
14 Jun 2012 : PSPS vs PERSIB
22 Jun 2012 : PERSIB vs Mitra Kukar
26 Jun 2012 : PERSIB vs Persisam
07 Jul 2012 : PSAP vs PERSIB
09 Jul 2012 : PSMS vs PERSIB
14 Jul 2012 : PERSIB vs Deltras
18 Jul 2012 : PERSIB vs Persidafon
24 Jul 2012 : Persiram vs PERSIB
29 Jul 2012 : Sriwijaya FC vs PERSIB.[jul]
(jadwal sewaktu-waktu bisa berubah)
03 Des 2011 : PERSIB vs Persiram
07 Des 2011 : PERSIB vs Sriwijaya FC
12 Des 2011 : Deltras vs PERSIB
17 Des 2011 : Persidafon vs PERSIB
03 Jan 2012 : PERSIB vs PSMS
07 Jan 2012 : PERSIB vs PSAP
14 Jan 2012 : Mitra Kukar vs PERSIB
17 Jan 2012 : Persisam vs PERSIB
23 Jan 2012 : PERSIB vs PSPS
29 Jan 2012 : PERSIB vs Persija
05 Feb 2012 : Pelita Jaya vs PERSIB
15 Feb 2012 : Persiwa vs PERSIB
20 Feb 2012 : Persipura vs PERSIB
11 Mar 2012 : PERSIB vs Persela
15 Mar 2012 : PERSIB vs Arema
19 Mar 2012 : Gresik United vs PERSIB
24 Mar 2012 : Persiba vs PERSIB
Putaran II
10 Apr 2012 : PERSIB vs Gresik United
14 Apr 2012 : PERSIB vs Persiba
29 Apr 2012 : Persela vs PERSIB
03 Mei 2012 : Arema vs PERSIB
07 Mei 2012 : PERSIB vs Persiwa
11 Mei 2012 : PERSIB vs Persipura
03 Jun 2012 : PERSIB vs Pelita Jaya
10 Jun 2012 : Persija vs PERSIB
14 Jun 2012 : PSPS vs PERSIB
22 Jun 2012 : PERSIB vs Mitra Kukar
26 Jun 2012 : PERSIB vs Persisam
07 Jul 2012 : PSAP vs PERSIB
09 Jul 2012 : PSMS vs PERSIB
14 Jul 2012 : PERSIB vs Deltras
18 Jul 2012 : PERSIB vs Persidafon
24 Jul 2012 : Persiram vs PERSIB
29 Jul 2012 : Sriwijaya FC vs PERSIB.[jul]
(jadwal sewaktu-waktu bisa berubah)
Sabtu, 08 Oktober 2011
•Beda Orang Jepang Dengan Indonesia
1. Ketika di kendaraan umum:
Jepang: Orang2 pada baca buku atau tidur.
Indonesia: Orang2 pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.
2. Ketika makan dikendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.
3. Ketika dikelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.
4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indonesia: Tengok ke kiri, ada yg ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuman barisan depan aja yg anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!
5. Ketika diberi tugas oleh dosen:
Jepang: Hari itu juga, siang/malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!
6. Ketika shalat jum'at dimesjid:
Jepang: Jamaah berebut duduk di shaf terdepan.
Indonesia: Jamaah berebut nyari tempat pw (posisi wuenak) di deket tembok paling belakang biar bisa nyender/di bawah kipas angin biar gak kepanasan & tidurnya nyenyak.
7. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu + menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indonesia: Slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.
8. Ketika dijalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indonesia: Jalanan macet, sampe2 saya susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.
9. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indonesia: Ada Oknum pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.
10. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.
Indonesia: Mau organik kek, anorganik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi 1 dalam kantong kresek.
11. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipake saat acara keluarga atau yg bersifat mendesak aja.
Indonesia: Gengsi dooonk... Masa' naik angkot?!
12. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting...tong...semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indonesia: Salah 1 pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & berkerak gara2 kelamaan nunggu!
13. Ketika berjalan dipagi hari:
Jepang: Orang2 pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke kantor/sekolah.
Indonesia: Nyantai aja cing...! Si boss juga paling datengnya telat!
Saya kagum dengan mentalitas mereka dan semoga kita dapat belajar dari hal2 tersebut....walaupun begitu masih cinta Indonesia.....
#yang ngerasa sifatnya seperti diatas diperbaiki ya.... (-_-)
Jepang: Orang2 pada baca buku atau tidur.
Indonesia: Orang2 pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.
2. Ketika makan dikendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.
3. Ketika dikelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.
4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indonesia: Tengok ke kiri, ada yg ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuman barisan depan aja yg anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!
5. Ketika diberi tugas oleh dosen:
Jepang: Hari itu juga, siang/malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!
6. Ketika shalat jum'at dimesjid:
Jepang: Jamaah berebut duduk di shaf terdepan.
Indonesia: Jamaah berebut nyari tempat pw (posisi wuenak) di deket tembok paling belakang biar bisa nyender/di bawah kipas angin biar gak kepanasan & tidurnya nyenyak.
7. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu + menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indonesia: Slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.
8. Ketika dijalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indonesia: Jalanan macet, sampe2 saya susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.
9. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indonesia: Ada Oknum pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.
10. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.
Indonesia: Mau organik kek, anorganik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi 1 dalam kantong kresek.
11. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipake saat acara keluarga atau yg bersifat mendesak aja.
Indonesia: Gengsi dooonk... Masa' naik angkot?!
12. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting...tong...semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indonesia: Salah 1 pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & berkerak gara2 kelamaan nunggu!
13. Ketika berjalan dipagi hari:
Jepang: Orang2 pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke kantor/sekolah.
Indonesia: Nyantai aja cing...! Si boss juga paling datengnya telat!
Saya kagum dengan mentalitas mereka dan semoga kita dapat belajar dari hal2 tersebut....walaupun begitu masih cinta Indonesia.....
#yang ngerasa sifatnya seperti diatas diperbaiki ya.... (-_-)
Selasa, 04 Oktober 2011
Artikel Teknologi
JARINGAN KOMPUTER
Tiga abad sebelum sekarang, masing-masing ditandai dengan dominasi yang berbeda. Abad ke-18 didominasi oleh perkembangan sistem mekanik yang mengiringi revolusi industri. Abad ke-19 merupakan jaman mesin uap. Abad ke-20, teknologi radio, tv dan komputer memegang peranan untuk pengumpulan, pengolahan dan media distribusi informasi. Abad ke-21 saat ini atau era-informasi, dimana teknologi jaringan komputer global yang mampu menjangkau seluruh wilayah dunia, pengembangan sistem dan teknologi yang digunakan, penyebaran informasi melalui media internet, peluncuran satelit-satelit komunikasi dan perangkat komunikasi wireless/selular menandai awal abad millenium.
Sejak me-masyarakat-nya internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft Inc., menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang mudah dan biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja (efisiensi anggaran) khususnya peralatan komputer, maka kebutuhan akan sebuah jaringan komputer merupakan satu hal yang tidak bisa terelakkan.
1.1 Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah ”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Autonomous adalah apabila sebuah komputer tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh, sehingga dapat membuat komputer lain, restart, shutdows, kehilangan file atau kerusakan sistem.
Dalam defenisi networking yang lain autonomous dijelaskan sebagai jaringan yang independent dengan manajemen sistem sendiri (punya admin sendiri), memiliki topologi jaringan, hardware dan software sendiri, dan dikoneksikan dengan jaringan autonomous yang lain. (Internet merupakan contoh kumpulan jaringan autonomous yang sangat besar.)
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll). Data yang berupa teks, audio maupun video, bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada printer yang sama dan menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan bersama-sama
Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih, dapat berjumlah puluhan komputer, ribuan atau bahkan jutaan node yang saling terhubung satu sama lain.
Didalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer), yakni:
1.1.1 Peer to peer
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel crossover atau wireless atau juga dengan perantara hub/switch.
Komputer pada jaringan peer to peer ini biasanya berjumlah sedikit dengan 1-2 printer. Untuk penggunaan khusus, seperti laboratorium komputer, riset dan beberapa hal lain, maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk koneksi lebih dari 10 hingga 100 komputer.
Peer to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Misalnya terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen, diberi nama group sesuai dengan departemen yang bersangkutan. Masing-masing komputer diberi alamat IP dari satu kelas IP yang sama agar bisa saling sharing untuk bertukar data atau resource yang dimiliki komputer masing-masing, seperti printer, cdrom, file dan lain-lain.
Gambar 1.1. Peer to peer
1.1.2 Client – Server
Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.
Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Dimana ada suatu unit komputer) berfungsi sebagai server yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login terlebih dulu ke server yang dituju.
Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client, bisa saja merupakan resource yang tersedia di server. namun hanya bisa dijalankan setelah terkoneksi ke server. Pada implementasi software splikasi yang di-install disisi client berbeda dengan yang digunakan di server.
Jenis layanan Client-Server antara lain :
v File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
v Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.
v Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.
v DIP (Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.
Gambar 1.2. Model Client-Server dengan sebuah Server yang berfungsi umum
Gambar 1.3. Model Client-Server dengan Dedicated Server
1.1.3 Kelebihan jaringan peer to peer
ü Implementasinya murah dan mudah
ü Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
ü Tidak memerlukan administrator jaringan
1.1.4 Kekurangan jaringan peer to peer
ü Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
ü Tingkat keamanan rendah
ü Tidak ada yang memanajemen jaringan
ü Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
ü Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer
1.1.5 Kelebihan jaringan client server
ü Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik
ü Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
ü Manajemen jaringan terpusat
ü Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi
1.1.6 Kekurangan jaringan client server
ü Butuh administrator jaringan yang profesional
ü Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server
ü Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan
ü Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar
ü Bila server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses
1.2 Jaringan Komputer dan Sistem Terdistribusi
Sebelum jaringan komputer popular, user komputer pernah mengenal sistem terdistribusi. Terdapat hal yang cukup membingungkan dalam pemakaian istilah jaringan komputer dan sistem terdistribusi (distributed system).
Persamaannya adalah keduanya merupakan sekumpulan komputer yang saling terkoneksi dengan dengan media transmisi yang relatif tidak jauh berbeda, sama-sama harus memindahkan file. Perbedaan yang lebih spesifik antara Jaringan Komputer dan Sistem Distribusi sbb:
Tabel 1.1. Perbedaan Jaringan Komputer & Sistem Terdistribusi
JARINGAN KOMPUTER SISTEM TERDISTRIBUSI
Komputer yang terhubung merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa workstation atau juga gabungan komputer server dan client Komputer yang terhubung terdiri dari host (komputer utama) dan terminal-terminal (komputer yang terhubung dengan komputer host)
Beberapa komputer terhubung agar dapat sharing, namun tiap pekerjaan ditangani sendiri sendiri oleh komputer yang meminta dan dimintai layanan.
Server hanya melayani permintaan sesuai antrian yang sudah diatur sistem. Beberapa host komputer terhubung agar dapat mengerjakan sebuah atau beberapa pekerjaan besar bersama.
Host melayani beberapa terminal dan melakukan proses berdasarkan input dari terminal-terminal
Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh media transmisi yang digunakan.
Lamanya suatu proses dipengaruhi oleh spesifikasi hardware masing-masing station yg meminta layanan.
User dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung (di komp station atau di server). Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh sistem.
Lamanya suatu proses tergantung Sistem Operasi yang akan memilih prosesor komputer mana yang akan digunakan.
User tidak dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung di host.
Metode komunikasi antar komputer dengan model Peer to Peer atau Client Server. Metode komunikasi antar komputer tersentralisasi (terpusat pada komputer utama/host)
Masing-masing node atau workstation (pada metode peer to peer) tidak membutuhkan komputer server khusus untuk menangani seluruh pekerjaan.
Antar node bisa saling bertukar file atau resource yang dimiliki, sesuai keinginan/permission yg diatur pemilik komputer. Masing-masing terminal membutuhkan host (komputer utama) untuk dapat aktif melakukan pekerjaan dan berkomunikasi dengan terminal lain.
Antar terminal tidak dapat saling sharing file atau resource tanpa campur tangan host (supervisor host).
Masing-masing user disetiap workstation (client) sadar betul akan proses yang sedang terjadi apabila ia meminta layanan atau mengirimkan data keserver.
User secara explisit (nyata) harus “login” pada server, kalau ingin memanfaatkan resource yang dimiliki oleh server. Secara explisit menyampaikan tugasnya dari jauh, secara explisit memindahkan file-file, namun secara umum menangani sendiri seluruh manajemen jaringan. Masing-masing user disetiap terminal tidak dapat menyadari proses yang berlangsung pada sistem
User tidak perlu melakukan pekerjaan secara explisit, karena semua proses dan manajemen dilakukan/ ditangani secara otomatis oleh sistem tanpa diketahui user. Meskipun secara umum seorang user pada tiap terminal juga harus login untuk bisa memanfaatkan resource host.
Tiap user memiliki identitas & password yang unik untuk dapat login serta menggunakan resource yang terdapat di server.
Umumnya user tidak bisa menggunakan ID yang sama, untuk login ke server, namun policy seorang Admin dapat merubah aturan ini agar sebuah ID dapat digunakan bersama-sama secara terbatas. Tiap user juga memiliki ID dan password untuk dapat login ke host & menggunakan resource yang disediakan.
Umumnya beberapa terminal dapat menggunakan ID yang sama untuk login ke komp host, namun Admin/Supervisor sistem dapat merubah dengan hanya mengijinkan satu ID untuk tiap terminal.
Keberadaan sejumlah komputer dalam jaringan tidak harus transparan disatu lokasi, sehingga secara fisik tidak dapat dilihat oleh user lain yang berada dalam jaringan. Keberadaan sebuah atau sejumlah komputer atau terminal autonomous, bersifat transparan (jelas) bagi user, biasanya berada dalam suatu area lokasi.
Spesifikasi hardware server tidak harus lebih baik dari hardware client Spesifikasi hardware host (komputer utama) harus lebih baik dari terminal.
Merupakan sistem yang menggabungkan kinerja perangkat dan aplikasi dari physical layer sampai dengan application layer Merupakan suatu sistem perangkat lunak yang dibuat dan bekerja pada lapisan atas sebuah sistem jaringan.
Perbedaan utama antara jaringan komputer dan sistem terdistribusi lebih terletak pada perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi) bukan pada perangkat kerasnya, karena perangkat lunaklah yang menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jaringan yang bersangkutan.
1.3 Sejarah Jaringan & Internet
1.3.1 Jaringan Komputer
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.4) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan (network) komputer pada lapis aplikasi.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Gambar 1.4. Jaringan komputer model TSS.
Pada tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA, 1967 disain awal dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini dikenal dengan nama ARPANET).
Gambar 1.5. Jaringan komputer model distributed processing.
Seperti pada Gambar diatas, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara seri untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara paralel disetiap host komputer. Pada proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam, dari mulai menangani proses bersama-sama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) tanpa melalui kendali komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan satu sama lain, hingga terbentuklah jaringan raksasa WAN.
1.3.2 Sejarah Singkat Internet dan Web
1957: Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA.
1959: Len Kleinrock menulis paper tentang packet switching.
1967: Disain awal dari ARPANET diterbitkan.
1969: DoD menggelar pengembangan ARPANET
1970: ARPANET mulai menggunakan Network Control Protocol (NCP)
1972: InterNetworking Working Group(INWG) dibentuk untuk mempromosikan standar yang sudah disepakati bersama. Spesifikasi dari telnet, diusulkan.
1973: Ide ethernet dijabarkan dalam thesis PhD dari Bob Metcalfe. Spesifikasi untuk File Transfer, RFC 454, diusulkan.
1974: Disain dari TCP/IP dijabarkan secara rinci oleh Vint Cerf dan Bob Kahn dalam “A Protocol for Packet Network Intercommunication”.
1982: TCP/IP menjadi protokol untuk ARPANET dan ini dispesifikasikan oleh DoD.
1992: Jumlah Internet hosts melampaui 1.000.000. Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser. University of Nevada mengeluarkan sistem Veronica. Sebuah WWW browser yang bernama Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW.
1993: NSF membuat InterNIC untuk menjalankan Internet service seperti pendaftaran domain.Versi pertama dari Mosaic (untuk X Window) yang dikembangkan oleh Marc Andreesen dikeluarkan oleh NCSA White House online. National Information Infrastructure Act lolos dan pemerintah Amerika Serikat mulai lebih serius dalam penanganan Website.
1994: PizzaHut online, merupakan contoh pertama dari aplikasi komerisal Internet. Spam mail menjadi kasus besar setelah sebuah lembaga hukum yang bernama Canter & Siegel menyebarkan mail ke seluruh dunia tentang servis untuk mendapatkan “green card”. First Virtual menjalankan “CyberBank” yang pertama. Ditahun 1994 ini Yahoo! didirikan dan juga menjadi tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.
1995: Compuserve, America Online, dan Prodiy mulai memberikan servis akses keInternet.Perusahaan Marc Andreesen, Netscape Communication Corporation, menjadi publik dan menjadi nomor 3 tertinggi untuk harga Initial Public Offericng (IPO) share di NASDAQ. NFS tidak lagi meng-gratiskan pendaftaran domain. Pengguna domain mulai membayar untuk sebuah domain yang digunakan dan dihosting ke internet.
1.4 Tujuan / Manfaat Jaringan Komputer
Manfaat jaringan komputer bagi user dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: untuk kebutuhan perusahaan, dan jaringan untuk umum.
Tujuan utama dari terbangunnya sebuah jaringan pada suatu perusahaan adalah:
Resource sharing yang bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan.
Saving Money (Penghematan uang/anggaran): Perangkat dan data yang dapat dishare akan membuat penghematan anggaran yang cukup besar, karena tidak perlu membeli perangkat baru untuk dipasang ditiap-tiap unit komputer
High reliability (kehandalan tinggi): Sistem Informasi Manajemen Kantor Terpadu atau Sistem Pelayanan Satu Atap dengan teknologi client-server, internet maupun intranet dapat diterapkan pada jaringan komputer, sehingga dapat memberikan pelayanan yang handal, cepat dan akurat sesuai kebutuhan dan harapan.
Manfaat jaringan komputer untuk umum:
Jaringan komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada pengguna di rumah-rumah dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan. Terdapat tiga hal pokok yang mejadi daya tarik jaringan komputer pada perorangan yaitu:
• access ke informasi yang berada di tempat lain (seperti akses berita terkini, info e-goverment, e-commerce atau e-business, semuanya up to date).
• komunikasi person to person (seperti e-mail, chatting, video conferene dll).
• hiburan interaktif (seperti nonton acara tv on-line, radio streaming, download film atau lagu, dll).
1.5 Masalah-masalah sosial yang ditimbulkan dari Jaringan Komputer (internet)
Penggunaan jaringan oleh masyarakat luas akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah sosial, etika, politik, maupun ekonomi yang tak terelakkan. Internet telah masuk ke segala penjuru kehidupan masyarakat, semua orang dapat memanfaatkannya tanpa memandang status sosial, usia, juga jenis kelamin.
Penggunaan internet tidak akan menimbulkan masalah selama subyeknya terbatas pada topik-topik teknis, pendidikan atau hobi, juga hal-hal yang masih dalam batas norma-norma kehidupan, tetapi kesulitan mulai muncul bila suatu situs di internet mempunyai topik yang sangat menarik perhatian orang, seperti pertentangan politik, agama, sex, dll.
Koneksi jaringan komputer/internet ini juga akan menimbulkan masalah ekonomi yang serius bila teknologinya dimanfaatkan oleh fihak-fihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan pribadi namun merugikan fihak lain, misalnya kegiatan carding, download software komersil secara ilegal dll.
Gambar-gambar yang dipasang disitus-situs internet mungkin merupakan sesuatu yang biasa bagi sebahagian orang, namun sangat mengganggu bagi sebagian orang lain (karena bisa menimbulkan masalah SARA).
Selain itu, bentuk pesan-pesan tidaklah terbatas hanya pesan tekstual saja. Foto berwarna dengan resolusi tinggi dan bahkan videoclip singkatpun sekarang sudah dapat dengan mudah disebar-luaskan melalui jaringan komputer.
Sebagian orang dapat bersikap acuh tak acuh, tapi bagi sebagian lainnya pemasangan materi tertentu (misalnya pornografi) merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima.
1.6 Jenis-Jenis jaringan
Secara umum jaringan komputer terbagi menjadi 3 jenis jaringan yaitu :
1.6.1 Local Area Network (LAN)
Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar 200 m.
Gambar 1.6. Local Area Network (LAN)
1.6.2 Metropolitan Area Network (MAN)
Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar gedung dalam suatu daerah (wilayah seperti propinsi atau negara bagian). Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan beberapa kantor cabang sebuah bank didalam sebuah kota besar yang dihubungkan antara satu dengan lainnya.
Gambar 1.7. Metropolitan Area Network
1.6.3 Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain.
Sebagai contoh jaringan komputer kantor City Bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara lain, yang saling berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau Cirrus yang tersebar diseluruh dunia dan lain-lain.
Biasanya WAN lebih rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN. Menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN kedalam komunikasi global seperti internet, meski demikian antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.
Gambar 1.8. Wide Area Network
Tabel 1.2. Interkoneksi berdasarkan jarak antar node
Nilai-nilai yang terdapat pada tabel diatas, bukan merupakan nilai mutlak bagi jarak yang menghubungkan antar komputer, karena jarak tersebut bisa saja lebih pendek tergantung kondisi area suatu wilayah.
1.7 Rangkuman
Jaringan komputer (jarkom) adalah ”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll).
Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih.
Peer to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan.
Tiga abad sebelum sekarang, masing-masing ditandai dengan dominasi yang berbeda. Abad ke-18 didominasi oleh perkembangan sistem mekanik yang mengiringi revolusi industri. Abad ke-19 merupakan jaman mesin uap. Abad ke-20, teknologi radio, tv dan komputer memegang peranan untuk pengumpulan, pengolahan dan media distribusi informasi. Abad ke-21 saat ini atau era-informasi, dimana teknologi jaringan komputer global yang mampu menjangkau seluruh wilayah dunia, pengembangan sistem dan teknologi yang digunakan, penyebaran informasi melalui media internet, peluncuran satelit-satelit komunikasi dan perangkat komunikasi wireless/selular menandai awal abad millenium.
Sejak me-masyarakat-nya internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft Inc., menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang mudah dan biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja (efisiensi anggaran) khususnya peralatan komputer, maka kebutuhan akan sebuah jaringan komputer merupakan satu hal yang tidak bisa terelakkan.
1.1 Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah ”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Autonomous adalah apabila sebuah komputer tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh, sehingga dapat membuat komputer lain, restart, shutdows, kehilangan file atau kerusakan sistem.
Dalam defenisi networking yang lain autonomous dijelaskan sebagai jaringan yang independent dengan manajemen sistem sendiri (punya admin sendiri), memiliki topologi jaringan, hardware dan software sendiri, dan dikoneksikan dengan jaringan autonomous yang lain. (Internet merupakan contoh kumpulan jaringan autonomous yang sangat besar.)
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll). Data yang berupa teks, audio maupun video, bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada printer yang sama dan menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan bersama-sama
Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih, dapat berjumlah puluhan komputer, ribuan atau bahkan jutaan node yang saling terhubung satu sama lain.
Didalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer), yakni:
1.1.1 Peer to peer
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel crossover atau wireless atau juga dengan perantara hub/switch.
Komputer pada jaringan peer to peer ini biasanya berjumlah sedikit dengan 1-2 printer. Untuk penggunaan khusus, seperti laboratorium komputer, riset dan beberapa hal lain, maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk koneksi lebih dari 10 hingga 100 komputer.
Peer to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Misalnya terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen, diberi nama group sesuai dengan departemen yang bersangkutan. Masing-masing komputer diberi alamat IP dari satu kelas IP yang sama agar bisa saling sharing untuk bertukar data atau resource yang dimiliki komputer masing-masing, seperti printer, cdrom, file dan lain-lain.
Gambar 1.1. Peer to peer
1.1.2 Client – Server
Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.
Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Dimana ada suatu unit komputer) berfungsi sebagai server yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login terlebih dulu ke server yang dituju.
Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client, bisa saja merupakan resource yang tersedia di server. namun hanya bisa dijalankan setelah terkoneksi ke server. Pada implementasi software splikasi yang di-install disisi client berbeda dengan yang digunakan di server.
Jenis layanan Client-Server antara lain :
v File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
v Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.
v Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.
v DIP (Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.
Gambar 1.2. Model Client-Server dengan sebuah Server yang berfungsi umum
Gambar 1.3. Model Client-Server dengan Dedicated Server
1.1.3 Kelebihan jaringan peer to peer
ü Implementasinya murah dan mudah
ü Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
ü Tidak memerlukan administrator jaringan
1.1.4 Kekurangan jaringan peer to peer
ü Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
ü Tingkat keamanan rendah
ü Tidak ada yang memanajemen jaringan
ü Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
ü Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer
1.1.5 Kelebihan jaringan client server
ü Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik
ü Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
ü Manajemen jaringan terpusat
ü Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi
1.1.6 Kekurangan jaringan client server
ü Butuh administrator jaringan yang profesional
ü Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server
ü Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan
ü Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar
ü Bila server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses
1.2 Jaringan Komputer dan Sistem Terdistribusi
Sebelum jaringan komputer popular, user komputer pernah mengenal sistem terdistribusi. Terdapat hal yang cukup membingungkan dalam pemakaian istilah jaringan komputer dan sistem terdistribusi (distributed system).
Persamaannya adalah keduanya merupakan sekumpulan komputer yang saling terkoneksi dengan dengan media transmisi yang relatif tidak jauh berbeda, sama-sama harus memindahkan file. Perbedaan yang lebih spesifik antara Jaringan Komputer dan Sistem Distribusi sbb:
Tabel 1.1. Perbedaan Jaringan Komputer & Sistem Terdistribusi
JARINGAN KOMPUTER SISTEM TERDISTRIBUSI
Komputer yang terhubung merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa workstation atau juga gabungan komputer server dan client Komputer yang terhubung terdiri dari host (komputer utama) dan terminal-terminal (komputer yang terhubung dengan komputer host)
Beberapa komputer terhubung agar dapat sharing, namun tiap pekerjaan ditangani sendiri sendiri oleh komputer yang meminta dan dimintai layanan.
Server hanya melayani permintaan sesuai antrian yang sudah diatur sistem. Beberapa host komputer terhubung agar dapat mengerjakan sebuah atau beberapa pekerjaan besar bersama.
Host melayani beberapa terminal dan melakukan proses berdasarkan input dari terminal-terminal
Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh media transmisi yang digunakan.
Lamanya suatu proses dipengaruhi oleh spesifikasi hardware masing-masing station yg meminta layanan.
User dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung (di komp station atau di server). Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh sistem.
Lamanya suatu proses tergantung Sistem Operasi yang akan memilih prosesor komputer mana yang akan digunakan.
User tidak dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung di host.
Metode komunikasi antar komputer dengan model Peer to Peer atau Client Server. Metode komunikasi antar komputer tersentralisasi (terpusat pada komputer utama/host)
Masing-masing node atau workstation (pada metode peer to peer) tidak membutuhkan komputer server khusus untuk menangani seluruh pekerjaan.
Antar node bisa saling bertukar file atau resource yang dimiliki, sesuai keinginan/permission yg diatur pemilik komputer. Masing-masing terminal membutuhkan host (komputer utama) untuk dapat aktif melakukan pekerjaan dan berkomunikasi dengan terminal lain.
Antar terminal tidak dapat saling sharing file atau resource tanpa campur tangan host (supervisor host).
Masing-masing user disetiap workstation (client) sadar betul akan proses yang sedang terjadi apabila ia meminta layanan atau mengirimkan data keserver.
User secara explisit (nyata) harus “login” pada server, kalau ingin memanfaatkan resource yang dimiliki oleh server. Secara explisit menyampaikan tugasnya dari jauh, secara explisit memindahkan file-file, namun secara umum menangani sendiri seluruh manajemen jaringan. Masing-masing user disetiap terminal tidak dapat menyadari proses yang berlangsung pada sistem
User tidak perlu melakukan pekerjaan secara explisit, karena semua proses dan manajemen dilakukan/ ditangani secara otomatis oleh sistem tanpa diketahui user. Meskipun secara umum seorang user pada tiap terminal juga harus login untuk bisa memanfaatkan resource host.
Tiap user memiliki identitas & password yang unik untuk dapat login serta menggunakan resource yang terdapat di server.
Umumnya user tidak bisa menggunakan ID yang sama, untuk login ke server, namun policy seorang Admin dapat merubah aturan ini agar sebuah ID dapat digunakan bersama-sama secara terbatas. Tiap user juga memiliki ID dan password untuk dapat login ke host & menggunakan resource yang disediakan.
Umumnya beberapa terminal dapat menggunakan ID yang sama untuk login ke komp host, namun Admin/Supervisor sistem dapat merubah dengan hanya mengijinkan satu ID untuk tiap terminal.
Keberadaan sejumlah komputer dalam jaringan tidak harus transparan disatu lokasi, sehingga secara fisik tidak dapat dilihat oleh user lain yang berada dalam jaringan. Keberadaan sebuah atau sejumlah komputer atau terminal autonomous, bersifat transparan (jelas) bagi user, biasanya berada dalam suatu area lokasi.
Spesifikasi hardware server tidak harus lebih baik dari hardware client Spesifikasi hardware host (komputer utama) harus lebih baik dari terminal.
Merupakan sistem yang menggabungkan kinerja perangkat dan aplikasi dari physical layer sampai dengan application layer Merupakan suatu sistem perangkat lunak yang dibuat dan bekerja pada lapisan atas sebuah sistem jaringan.
Perbedaan utama antara jaringan komputer dan sistem terdistribusi lebih terletak pada perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi) bukan pada perangkat kerasnya, karena perangkat lunaklah yang menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jaringan yang bersangkutan.
1.3 Sejarah Jaringan & Internet
1.3.1 Jaringan Komputer
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.4) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan (network) komputer pada lapis aplikasi.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Gambar 1.4. Jaringan komputer model TSS.
Pada tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA, 1967 disain awal dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini dikenal dengan nama ARPANET).
Gambar 1.5. Jaringan komputer model distributed processing.
Seperti pada Gambar diatas, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara seri untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara paralel disetiap host komputer. Pada proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam, dari mulai menangani proses bersama-sama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) tanpa melalui kendali komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan satu sama lain, hingga terbentuklah jaringan raksasa WAN.
1.3.2 Sejarah Singkat Internet dan Web
1957: Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA.
1959: Len Kleinrock menulis paper tentang packet switching.
1967: Disain awal dari ARPANET diterbitkan.
1969: DoD menggelar pengembangan ARPANET
1970: ARPANET mulai menggunakan Network Control Protocol (NCP)
1972: InterNetworking Working Group(INWG) dibentuk untuk mempromosikan standar yang sudah disepakati bersama. Spesifikasi dari telnet, diusulkan.
1973: Ide ethernet dijabarkan dalam thesis PhD dari Bob Metcalfe. Spesifikasi untuk File Transfer, RFC 454, diusulkan.
1974: Disain dari TCP/IP dijabarkan secara rinci oleh Vint Cerf dan Bob Kahn dalam “A Protocol for Packet Network Intercommunication”.
1982: TCP/IP menjadi protokol untuk ARPANET dan ini dispesifikasikan oleh DoD.
1992: Jumlah Internet hosts melampaui 1.000.000. Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser. University of Nevada mengeluarkan sistem Veronica. Sebuah WWW browser yang bernama Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW.
1993: NSF membuat InterNIC untuk menjalankan Internet service seperti pendaftaran domain.Versi pertama dari Mosaic (untuk X Window) yang dikembangkan oleh Marc Andreesen dikeluarkan oleh NCSA White House online. National Information Infrastructure Act lolos dan pemerintah Amerika Serikat mulai lebih serius dalam penanganan Website.
1994: PizzaHut online, merupakan contoh pertama dari aplikasi komerisal Internet. Spam mail menjadi kasus besar setelah sebuah lembaga hukum yang bernama Canter & Siegel menyebarkan mail ke seluruh dunia tentang servis untuk mendapatkan “green card”. First Virtual menjalankan “CyberBank” yang pertama. Ditahun 1994 ini Yahoo! didirikan dan juga menjadi tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.
1995: Compuserve, America Online, dan Prodiy mulai memberikan servis akses keInternet.Perusahaan Marc Andreesen, Netscape Communication Corporation, menjadi publik dan menjadi nomor 3 tertinggi untuk harga Initial Public Offericng (IPO) share di NASDAQ. NFS tidak lagi meng-gratiskan pendaftaran domain. Pengguna domain mulai membayar untuk sebuah domain yang digunakan dan dihosting ke internet.
1.4 Tujuan / Manfaat Jaringan Komputer
Manfaat jaringan komputer bagi user dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: untuk kebutuhan perusahaan, dan jaringan untuk umum.
Tujuan utama dari terbangunnya sebuah jaringan pada suatu perusahaan adalah:
Resource sharing yang bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan.
Saving Money (Penghematan uang/anggaran): Perangkat dan data yang dapat dishare akan membuat penghematan anggaran yang cukup besar, karena tidak perlu membeli perangkat baru untuk dipasang ditiap-tiap unit komputer
High reliability (kehandalan tinggi): Sistem Informasi Manajemen Kantor Terpadu atau Sistem Pelayanan Satu Atap dengan teknologi client-server, internet maupun intranet dapat diterapkan pada jaringan komputer, sehingga dapat memberikan pelayanan yang handal, cepat dan akurat sesuai kebutuhan dan harapan.
Manfaat jaringan komputer untuk umum:
Jaringan komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada pengguna di rumah-rumah dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan. Terdapat tiga hal pokok yang mejadi daya tarik jaringan komputer pada perorangan yaitu:
• access ke informasi yang berada di tempat lain (seperti akses berita terkini, info e-goverment, e-commerce atau e-business, semuanya up to date).
• komunikasi person to person (seperti e-mail, chatting, video conferene dll).
• hiburan interaktif (seperti nonton acara tv on-line, radio streaming, download film atau lagu, dll).
1.5 Masalah-masalah sosial yang ditimbulkan dari Jaringan Komputer (internet)
Penggunaan jaringan oleh masyarakat luas akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah sosial, etika, politik, maupun ekonomi yang tak terelakkan. Internet telah masuk ke segala penjuru kehidupan masyarakat, semua orang dapat memanfaatkannya tanpa memandang status sosial, usia, juga jenis kelamin.
Penggunaan internet tidak akan menimbulkan masalah selama subyeknya terbatas pada topik-topik teknis, pendidikan atau hobi, juga hal-hal yang masih dalam batas norma-norma kehidupan, tetapi kesulitan mulai muncul bila suatu situs di internet mempunyai topik yang sangat menarik perhatian orang, seperti pertentangan politik, agama, sex, dll.
Koneksi jaringan komputer/internet ini juga akan menimbulkan masalah ekonomi yang serius bila teknologinya dimanfaatkan oleh fihak-fihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan pribadi namun merugikan fihak lain, misalnya kegiatan carding, download software komersil secara ilegal dll.
Gambar-gambar yang dipasang disitus-situs internet mungkin merupakan sesuatu yang biasa bagi sebahagian orang, namun sangat mengganggu bagi sebagian orang lain (karena bisa menimbulkan masalah SARA).
Selain itu, bentuk pesan-pesan tidaklah terbatas hanya pesan tekstual saja. Foto berwarna dengan resolusi tinggi dan bahkan videoclip singkatpun sekarang sudah dapat dengan mudah disebar-luaskan melalui jaringan komputer.
Sebagian orang dapat bersikap acuh tak acuh, tapi bagi sebagian lainnya pemasangan materi tertentu (misalnya pornografi) merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima.
1.6 Jenis-Jenis jaringan
Secara umum jaringan komputer terbagi menjadi 3 jenis jaringan yaitu :
1.6.1 Local Area Network (LAN)
Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar 200 m.
Gambar 1.6. Local Area Network (LAN)
1.6.2 Metropolitan Area Network (MAN)
Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar gedung dalam suatu daerah (wilayah seperti propinsi atau negara bagian). Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan beberapa kantor cabang sebuah bank didalam sebuah kota besar yang dihubungkan antara satu dengan lainnya.
Gambar 1.7. Metropolitan Area Network
1.6.3 Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain.
Sebagai contoh jaringan komputer kantor City Bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara lain, yang saling berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau Cirrus yang tersebar diseluruh dunia dan lain-lain.
Biasanya WAN lebih rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN. Menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN kedalam komunikasi global seperti internet, meski demikian antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.
Gambar 1.8. Wide Area Network
Tabel 1.2. Interkoneksi berdasarkan jarak antar node
Nilai-nilai yang terdapat pada tabel diatas, bukan merupakan nilai mutlak bagi jarak yang menghubungkan antar komputer, karena jarak tersebut bisa saja lebih pendek tergantung kondisi area suatu wilayah.
1.7 Rangkuman
Jaringan komputer (jarkom) adalah ”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll).
Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih.
Peer to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan.
Pencegahan Korupsi
Dengan pencegahan dini triliunan rupiah, uang negara diselamatkan dari korupsi sejak tahap awal.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Itu moto yang selalu dipegang Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roestam Sjarief.
Ini terkait dengan kesadaran bahwa proses pengadaan barang dan jasa pemerintah sarat dengan korupsi. Karena itu, pencegahan sejak dini menjadi sebuah kunci untuk meminimalisasi terjadinya praktik tidak terpuji itu.
Dari 28 ribu kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun lalu, 70%-80% dari total kasus itu adalah penyimpangan di bidang penyediaan barang atau jasa.
“Ada korelasi erat antara korupsi dan pengadaan baran dan jasa. Karena itu, kita siap menjadi garda terdepan untuk mencegah korupsi,” kata mantan Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum itu kepada Media Indonesia di Jakarta, pekan lalu.
Bayangkan saja, potensi kebocoran dari proses pengadaan barang dan jasa bisa mencapai Rp.90 triliun sampai Rp. 100 triliun, tahun ini. Pasalnya, proses pengadaan barang dana jasa memakan porsi yang cukup besar.
Sekitar 30% dari total belanja APBN 2009 atau sekitar Rp. 370 triliun dialokasikan untuk pengadaan barang dan jasa. “Nah, potensi kebocorannya bisa sampai Rp. 100 triliun pada tahun ini,” ujarnya.
Karena itulah, LKPP dibentuk. Lembaga ini akan terus mengawal pengadaan barang dan jasa pemerintah agar tidak lagi terjadi inefisiensi dalam pelaksanaannya.
Pengadaan barang/jasa pemerintah yang lebih efektif dan efisien serta yang lebih mengutamakan penerapan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat, transparan, terbuka dan perlakuan yang adil bagi semua pihak.
Kita mengedepankan asas best value for money agar tidak terjadi kebocoran,” ujar pria yang menyukai musik slow rock ini.
Procurement
LKPP adalah lembaga pemerintah nondepartemen yang berada di bawah dan bertanggunga jawab kepada Presiden dan dibentuk berdasarkan Perpres No. 106 Tahun 2007. Ini merupakan lembaga pemerintah satu-satunya yang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan perumusan kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, LKPP dikoordinasikan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional.
Fungsi-fungsi yang diselenggarakan LKPP antara lain penyusunan dan perumusan strategi serta penentuan kebijakan dan standar prosedur di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah, termasuk pengadaan badan usaha dalam rangka kerja sama pemerintah dengan badan usaha.
Selain itu, LKPP melakukan penyusunan dan perumusan strategi serta penentuan kebijakan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.
LKPP juga melakukan pembinaan dan pengembangan sistem informasi serta pengawasan penyelenggaraaan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik (electronic procurement).
Pemberian bimbingan teknis advokasi dan bantuan hukum termasuk tugas LKPP. Tiap bulannya LKPP menerima 75 sampai 100 pengaduan. “Supaya pengaduan ini segera ditanggapi, kamu akan membentuk majelis ahli atau tim independen,” ujarnya.
Tim independen untuk melayani sanggah dan banding dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Tim itu nantinya menjadi hakim yang bisa menentukan siapa yang salah dan benar dan akan menjadi pedoman bagi menteri dan kepala daerah untuk menentukan pemenang tender.
Roestam mengatakan saat ini sanggah dan banding dilakukan dan diajukan ke departemen teknis masing-masing. Karena itu, banyak keluhan sanggah banding yang mendapat tanggapan yang lambat dan kurang adil sehingga memperlama proses tender. LKPP saat ini merumuskan bagaimana keterlibatan tim ini dalam penyelesaian sanggah dan banding.
Jumlah pejabat pengadaan barang dan jasa yang sudah memiliki sertifikat saat ini baru mencapai 80 ribu orang, sedangkan kebutuhannya mencapai 200 ribu orang pejabat pengadaan barang dan jasa yang bersertifikat. Pemberian sertifikat tersebut diharapkan akan mengurangi potensi kebocoran anggaran pemerintah untuk pengadaan barang dan jasa yang dilaporkan mencapai Rp. 70 triliun per tahun.
Sertifikasi dibutuhkan karena masih banyak terjadi kasus salah tafsir dalam menerjemahkan berbagai aturan pengadaan barang dan jasa. Saat ini, satu-satunya aturan resmi yang mengatur proyek pengadaan barang dan jasa adalah Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 yang membutuhkan perombakan karena sudah tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan di sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Rp. 2 triliun
Roestam meyakinkan bahwa LKPP bisa mengawal proses pengadaan barang dan jasa dan bisa mengefisiensikan sekitar 20% anggaran pengadaan barang dan jasa atau sebesar Rp. 70 triliun. Jadi, bisa dibayangkan jika pengadaan barang dan jasa dilakukan secara efisien, dana tersebut dapat dipakai untuk pembangunan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ini tantangan besar untuk menyelamatkan uang negara. Potensi inefisiensi sangat besar. Anggaran Rp. 70 triliun itukan hampir sama dengan anggaran stimulus Rp. 73,3 triliun yang dianggarkan pemerintah,” ujarnya.
Meski baru genap setahun dibentuk, LKPP berhasil menghemat uang negar Rp. 20 triliun dari pendampingan pengadaan barang dan jasa di komisi pemilihan umum atau KPU dan ditjen Postel-Depkominfo. Di KPU, pihaknya berhasil menghemat anggaran Rp. 1,2 trliun. Adapun di ditjen Psotel dalam proyek United Service Organization, LKPP berhasil melakukan penghematan APBN sebesar Rp. 800 miliar.
Di KPU, lanjutnya, saat pengadaan logistik KPU, LKPP mampu melakukan pengehematan secara signifikan. Dari Rp. 2,2 triliun yang dianggarakan KPU, kami bisa mengawal hingga terjadi penghematan Rp. 1,2 triliun. Terutama dari penghematan pengadaan kertas suara yang anggarannya berhasil ditekan sampai Rp. 800 miliar.
“Saat itu, KPU mengusulkan kertas suara menggunakan security paper yang biasa digunakan untuk mencetak uang. Alasannya supaya tidak bisa dipalsukan. Tapi kami bilang, buat apa dibuat dari security paper yang harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan kertas biasa. Toh hanya dipakai sekali, akhirnya KPU mau mengerti dan mau menggunakan kertas biasa. Penghematannya sampai Rp. 800 miliar dari kertas suara saja,” katanya.
Pada intinya, tegar Roestam, lembaga yang dipimpinya berkomitmen memberantas korupsi. Salah satunya adalah melakukan perbaikan regulasi melalui revisi Keppres 80/2003 itu. Dia menambahkan, sistem pengadaan barang dan jasa bagi pemerintah selama ini mengalami inefisiensi atau kebocoran sehingga perlu segera dilakukan perbaikan sistem. “Keppres yang ada selama ini dianggap multitafsir. Untuk itu, perlu direvisi,” katanya seraya mengharapkan revisi selesai tahun ini.
Ia mencontohkan, kondisi multitafsir di antaranya adalah kondisi kahar (force majeur), ketentuan tentang skalasi atau price-adjustment dalam kontrak tahun tunggal, mekanisme black-listing, pengadaan khusus untuk KBRI di luar negeri, penyelarasan dengan aturan lembaga donor/asing sesuai dengan prinsip Paris Declaration maupun The Jakarta Comitment.
Dalam revisi ini, LKPP juga meluncurkan penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan (green- procurement). Sebagai pionir aturan ini, Roestam mengharapkan green procurement di dalam aturan pengadaan barang dan jasa yang baru dapat meningkatkan permintaan barang-barang ramah lingkungan.
“Misalnya memilih alat-alat yang lebih hemat energi serta barang yang bisa didaur ulang,” katanya.
Penggunaan material-material yang memberikan dampak yang lebih kecil bahkan aman terhadap lingkungan. Untuk itu, akan dapat dihasilkan produk yang bersih, berbasis pada prinsip-prinsip hemat sumber daya, hemat energi, dapat didaur ulang, dan dapat dipergunakan kembali.
Selain green procurement, untuk mencegah proses korupsi, LKPP saat ini tengah giat melaksanakan proses inisiasi implementasi pengadaan barang jasa pemerintah secara elektronik (e-procurement).
Program yang dirintis sejak pertengahan 2008 ini telah berhasil mengimplementasikan pelaksanaan e-procurement di 25 instansi serta 72 instansi dalam tahap inisiasi baik di tingkat pusat maupun daerah. Pelaksanaan e-procurement ini merupakan transformasi mekanisme pengadaan nasional melalui lelang secara manual.
Sumber : MEDIA INDONESIA - Rabu, 27 Mei 2009
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Itu moto yang selalu dipegang Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roestam Sjarief.
Ini terkait dengan kesadaran bahwa proses pengadaan barang dan jasa pemerintah sarat dengan korupsi. Karena itu, pencegahan sejak dini menjadi sebuah kunci untuk meminimalisasi terjadinya praktik tidak terpuji itu.
Dari 28 ribu kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun lalu, 70%-80% dari total kasus itu adalah penyimpangan di bidang penyediaan barang atau jasa.
“Ada korelasi erat antara korupsi dan pengadaan baran dan jasa. Karena itu, kita siap menjadi garda terdepan untuk mencegah korupsi,” kata mantan Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum itu kepada Media Indonesia di Jakarta, pekan lalu.
Bayangkan saja, potensi kebocoran dari proses pengadaan barang dan jasa bisa mencapai Rp.90 triliun sampai Rp. 100 triliun, tahun ini. Pasalnya, proses pengadaan barang dana jasa memakan porsi yang cukup besar.
Sekitar 30% dari total belanja APBN 2009 atau sekitar Rp. 370 triliun dialokasikan untuk pengadaan barang dan jasa. “Nah, potensi kebocorannya bisa sampai Rp. 100 triliun pada tahun ini,” ujarnya.
Karena itulah, LKPP dibentuk. Lembaga ini akan terus mengawal pengadaan barang dan jasa pemerintah agar tidak lagi terjadi inefisiensi dalam pelaksanaannya.
Pengadaan barang/jasa pemerintah yang lebih efektif dan efisien serta yang lebih mengutamakan penerapan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat, transparan, terbuka dan perlakuan yang adil bagi semua pihak.
Kita mengedepankan asas best value for money agar tidak terjadi kebocoran,” ujar pria yang menyukai musik slow rock ini.
Procurement
LKPP adalah lembaga pemerintah nondepartemen yang berada di bawah dan bertanggunga jawab kepada Presiden dan dibentuk berdasarkan Perpres No. 106 Tahun 2007. Ini merupakan lembaga pemerintah satu-satunya yang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan perumusan kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, LKPP dikoordinasikan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional.
Fungsi-fungsi yang diselenggarakan LKPP antara lain penyusunan dan perumusan strategi serta penentuan kebijakan dan standar prosedur di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah, termasuk pengadaan badan usaha dalam rangka kerja sama pemerintah dengan badan usaha.
Selain itu, LKPP melakukan penyusunan dan perumusan strategi serta penentuan kebijakan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.
LKPP juga melakukan pembinaan dan pengembangan sistem informasi serta pengawasan penyelenggaraaan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik (electronic procurement).
Pemberian bimbingan teknis advokasi dan bantuan hukum termasuk tugas LKPP. Tiap bulannya LKPP menerima 75 sampai 100 pengaduan. “Supaya pengaduan ini segera ditanggapi, kamu akan membentuk majelis ahli atau tim independen,” ujarnya.
Tim independen untuk melayani sanggah dan banding dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Tim itu nantinya menjadi hakim yang bisa menentukan siapa yang salah dan benar dan akan menjadi pedoman bagi menteri dan kepala daerah untuk menentukan pemenang tender.
Roestam mengatakan saat ini sanggah dan banding dilakukan dan diajukan ke departemen teknis masing-masing. Karena itu, banyak keluhan sanggah banding yang mendapat tanggapan yang lambat dan kurang adil sehingga memperlama proses tender. LKPP saat ini merumuskan bagaimana keterlibatan tim ini dalam penyelesaian sanggah dan banding.
Jumlah pejabat pengadaan barang dan jasa yang sudah memiliki sertifikat saat ini baru mencapai 80 ribu orang, sedangkan kebutuhannya mencapai 200 ribu orang pejabat pengadaan barang dan jasa yang bersertifikat. Pemberian sertifikat tersebut diharapkan akan mengurangi potensi kebocoran anggaran pemerintah untuk pengadaan barang dan jasa yang dilaporkan mencapai Rp. 70 triliun per tahun.
Sertifikasi dibutuhkan karena masih banyak terjadi kasus salah tafsir dalam menerjemahkan berbagai aturan pengadaan barang dan jasa. Saat ini, satu-satunya aturan resmi yang mengatur proyek pengadaan barang dan jasa adalah Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 yang membutuhkan perombakan karena sudah tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan di sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Rp. 2 triliun
Roestam meyakinkan bahwa LKPP bisa mengawal proses pengadaan barang dan jasa dan bisa mengefisiensikan sekitar 20% anggaran pengadaan barang dan jasa atau sebesar Rp. 70 triliun. Jadi, bisa dibayangkan jika pengadaan barang dan jasa dilakukan secara efisien, dana tersebut dapat dipakai untuk pembangunan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ini tantangan besar untuk menyelamatkan uang negara. Potensi inefisiensi sangat besar. Anggaran Rp. 70 triliun itukan hampir sama dengan anggaran stimulus Rp. 73,3 triliun yang dianggarkan pemerintah,” ujarnya.
Meski baru genap setahun dibentuk, LKPP berhasil menghemat uang negar Rp. 20 triliun dari pendampingan pengadaan barang dan jasa di komisi pemilihan umum atau KPU dan ditjen Postel-Depkominfo. Di KPU, pihaknya berhasil menghemat anggaran Rp. 1,2 trliun. Adapun di ditjen Psotel dalam proyek United Service Organization, LKPP berhasil melakukan penghematan APBN sebesar Rp. 800 miliar.
Di KPU, lanjutnya, saat pengadaan logistik KPU, LKPP mampu melakukan pengehematan secara signifikan. Dari Rp. 2,2 triliun yang dianggarakan KPU, kami bisa mengawal hingga terjadi penghematan Rp. 1,2 triliun. Terutama dari penghematan pengadaan kertas suara yang anggarannya berhasil ditekan sampai Rp. 800 miliar.
“Saat itu, KPU mengusulkan kertas suara menggunakan security paper yang biasa digunakan untuk mencetak uang. Alasannya supaya tidak bisa dipalsukan. Tapi kami bilang, buat apa dibuat dari security paper yang harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan kertas biasa. Toh hanya dipakai sekali, akhirnya KPU mau mengerti dan mau menggunakan kertas biasa. Penghematannya sampai Rp. 800 miliar dari kertas suara saja,” katanya.
Pada intinya, tegar Roestam, lembaga yang dipimpinya berkomitmen memberantas korupsi. Salah satunya adalah melakukan perbaikan regulasi melalui revisi Keppres 80/2003 itu. Dia menambahkan, sistem pengadaan barang dan jasa bagi pemerintah selama ini mengalami inefisiensi atau kebocoran sehingga perlu segera dilakukan perbaikan sistem. “Keppres yang ada selama ini dianggap multitafsir. Untuk itu, perlu direvisi,” katanya seraya mengharapkan revisi selesai tahun ini.
Ia mencontohkan, kondisi multitafsir di antaranya adalah kondisi kahar (force majeur), ketentuan tentang skalasi atau price-adjustment dalam kontrak tahun tunggal, mekanisme black-listing, pengadaan khusus untuk KBRI di luar negeri, penyelarasan dengan aturan lembaga donor/asing sesuai dengan prinsip Paris Declaration maupun The Jakarta Comitment.
Dalam revisi ini, LKPP juga meluncurkan penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan (green- procurement). Sebagai pionir aturan ini, Roestam mengharapkan green procurement di dalam aturan pengadaan barang dan jasa yang baru dapat meningkatkan permintaan barang-barang ramah lingkungan.
“Misalnya memilih alat-alat yang lebih hemat energi serta barang yang bisa didaur ulang,” katanya.
Penggunaan material-material yang memberikan dampak yang lebih kecil bahkan aman terhadap lingkungan. Untuk itu, akan dapat dihasilkan produk yang bersih, berbasis pada prinsip-prinsip hemat sumber daya, hemat energi, dapat didaur ulang, dan dapat dipergunakan kembali.
Selain green procurement, untuk mencegah proses korupsi, LKPP saat ini tengah giat melaksanakan proses inisiasi implementasi pengadaan barang jasa pemerintah secara elektronik (e-procurement).
Program yang dirintis sejak pertengahan 2008 ini telah berhasil mengimplementasikan pelaksanaan e-procurement di 25 instansi serta 72 instansi dalam tahap inisiasi baik di tingkat pusat maupun daerah. Pelaksanaan e-procurement ini merupakan transformasi mekanisme pengadaan nasional melalui lelang secara manual.
Sumber : MEDIA INDONESIA - Rabu, 27 Mei 2009
Langganan:
Postingan (Atom)